Diposting pada : 17 May 2026
Kategori : Sosial
Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kota Madiun menjadi ruang diskusi publik mengenai dampak pembangunan dan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap kehidupan masyarakat adat di Papua. “Yang pasti adalah bagaimana masyarakat lokal yang terkena dampak. Sehingga kita harus berkaca bahwa bagaimanapun juga proses pembangunan menimbulkan konsekuensi”. “Harus benar-benar diperhatikan apakah sudah ada diskusi dengan masyarakat atau justru langsung eksekusi”. “Ini adalah karya seni film yang menggambarkan realitas menurut sudut pandang masyarakat lokal dan produser film tersebut. Alangkah baiknya pemerintah tidak serta-merta menelan mentah-mentah”. “Alangkah baiknya masyarakat terus memonitor progres pemerintah, melihat sejauh mana pemerintah berdialog dengan masyarakat setempat. Kalau masyarakat lokal tidak dilibatkan, ya kita tetap bersuara memberikan kritik”. “Saya yakin praktik demokrasi di negara ini akan satu langkah lebih maju. Mudah-mudahan tidak ada lagi represi, tapi ruang diskusi”. “Film ini menggambarkan realitas alih fungsi lahan yang ingin disampaikan pembuat film. Seharusnya disikapi sebagai referensi dan pengetahuan. Karena alih fungsi lahan, apa pun dalihnya, banyak merenggut hajat hidup orang banyak, terlebih jika berdalih kepentingan nasional dengan mengerahkan aparat”.
Sumber Berita : https://realita.co/baca-48790-nobar-dokumenter-pesta-babi-di-kota-madiun-buka-ruang-diskusi-soal-pembangunan-dan-demokrasi