DETAIL BERITA

Pemkot Madiun pastikan penyaluran pupuk subsidi sesuai RDKK petani

Diposting pada : 23 April 2026
Kategori : Bantuan Sosial

blog-img

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah setempat telah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan oleh para petani. "Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus menguatkan pengawasan agar penyaluran benar-benar sesuai RDKK, tepat sasaran, dan tepat waktu". Sesuai data, alokasi pupuk subsidi pada 2026 untuk petani di Kota Madiun mencapai 1.180 ton, terdiri dari 695 ton pupuk urea dan 485 ton pupuk NPK. Hingga akhir Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk tercatat mencapai 167 ton urea dan 95 ton NPK. Sementara target hingga akhir April sebesar 180 ton urea dan 115 ton NPK. "Realisasi saat ini mendekati target April. Kami optimistis penyaluran bisa terus berjalan sesuai rencana dengan pengawasan yang diperkuat". Irsad menjelaskan, mekanisme pendistribusian pupuk subsidi pada 2026 secara umum masih sama seperti periode sebelumnya yang diperkuat dengan dukungan digital melalui aplikasi i-Pubers yang memungkinkan pemantauan penyaluran secara waktu nyata. "Di sisi lain, DKPP juga melakukan verifikasi penyaluran setiap bulan melalui aplikasi e-Verval". Untuk memastikan pupuk tersalurkan tepat waktu dan sesuai jumlah, DKPP juga melakukan pengawasan secara daring melalui grup percakapan WhatsApp penyaluran yang melibatkan berbagai pihak lembaga terkait, termasuk Polres Madiun Kota, serta pengecekan periodik ke kios pengecer dan distributor. DKPP juga menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan pada distribusi, tetapi juga untuk memastikan pupuk diterima petani yang berhak. Pihaknya menambahkan, DKPP Kota Madiun terus mendorong petani di wilayah setempat mengoptimalkan produktivitas padi di lahan pertanian terbatas guna mendukung program nasional mewujudkan ketahanan pangan. Berbagai upaya dilakukan pemkot untuk mendorong produktivitas petani, salah satunya dengan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern berupa mesin combine harvester, penanaman dengan benih varietas unggul, serta penggunaan pupuk yang berimbang, baik pupuk subsidi maupun pupuk organik. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun mencatat, luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini mencapai 890 hektare, dengan hasil produksi padi rata-rata sekitar 11.000 ton per tahun.


Sumber Berita : https://jatim.antaranews.com/berita/1059937/pemkot-madiun-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-sesuai-rdkk-petani