Diposting pada : 08 April 2026
Kategori : Transportasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan bahwa berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026 tidak menyurutkan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA). KAI Daop 7 terus melakukan langkah edukasi dan pengawasan masif untuk memastikan kedisiplinan masyarakat pengguna jalan tetap terjaga, mengingat frekuensi perjalanan KA masih tinggi pasca-puncak arus balik khususnya dalam momen libur panjang Peringatan Wafatnya Yesus Kristus. Berdasarkan data evaluasi, sepa-njang masa Angkutan Lebaran 2026, tercatat terdapat 6 kejadian gangguan keamanan dan ketertiban, baik yang terjadi di jalur KA maupun di perlintasan sebidang di wilayah Daop 7 Madiun. Hal ini menjadi dasar bagi KAl untuk tetap siaga meski masa posko telah usai. "Masa Angkutan Lebaran boleh berakhir, namun komitmen KAI terhadap keselamatan perjalanan KA tidak akan pernah kendor. Kami ingin memastikan setiap perjalanan KA tetap lancar dan masyarakat pengguna jalan raya tetap waspada demi keselamatan bersama”. "Jika melanggar aturan ini, masyarakat bisa dikenakan sanksi berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15.000.000 sesuai dengan Pasal 199 Undang-Undang 23 Tahun 2007”. "Disiplin dan kewaspadaan adalah kunci utama. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat karena merupakan tanggung jawab kita bersama”.
Sumber Berita : Bhirawa