Diposting pada : 03 March 2026
Kategori : Perekonomian
Lonjakan harga cabai rawit terasa pedasnya. Hingga, menjadi penyumbang utama inflasi Februari di Kota Madiun. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat inflasi Februari tahun ini sebesar 0,74 persen menjadi inflasi month-to-month tertinggi dalam tiga tahun terakhir. "Inflasi Kota Madiun secara bulanan di bulan Februari 2026 sebesar 0,74 persen”. Pada Februari 2024 inflasi hanya berada di angka 0,59 persen. Bahkan, pada Februari 2025 lalu Kota Madiun mencatatkan deflasi sebesar 0,78 persen. Lonjakan tahun ini menjadi sinyal kuat ketatnya pasokan di tengah tingginya permintaan pasar. "Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi itu terjadi pada pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Naik sebesar 2,24 persen. Memberikan andil inflasi 0,62 persen. "Penyebabnya yang pertama kalau cabai rawit kan tentunya kita lihat anomali cuaca. Curah hujan yang tinggi tentunya mempengaruhi produktivitas beberapa komoditas hortikultura. Termasuk cabai rawit”. "Komoditas yang tidak tahan lama seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah juga harus mulai diintervensi agar fluktuasi harga di pasar bisa segera diredam”.
Sumber Berita : Memorandum