Diposting pada : 19 January 2026
Kategori : Perekonomian
Selama Tahun 2025, Kota Pendekar mengalami inflasi sebesar 2,75 persen meningkat 1,44 persen dibanding tahun 2024 yang berada di angka 1,31 persen. Namun demikian ,angka tersebut tersebut masih berada di range target pemerintahan pusat.Meskipun cukup tinggi tapi inflasi di Kota Madiun lebih stabil jika dibandingkan provinsi Jawa Timur dan Nasional,". peningkatan tajam itu bukan berarti upaya Pemkot Madiun dalam mengendalikan inflasi buruk. Melainkan, ada faktor eketernal yang cukup mengganggu kestabilan inflasi di daerah . Mulai permasalahan dalam negeri dan luar negeri . Memang kondisi global relatif mengganggu . Misalnya cabe rawit , komuditas yang sudah dilakukan intervensi .Kemudian anomali cuaca tahun 2025. Ditambah emas perhiasan yang meningkat tajam karena efek perang global,". Langkah pertama tahun 2025 sudah cukup baik untuk mengendalikan inflasi baik keberhasilan menjaga persedian barang maupun mengendalikan permintaan yang masuk ke Kota Madiun. Ditambah Pemkot juga mampu menekan efek sampingadanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Usaha Pemkot cukup baik menjaga inflasi. Termasuk menjaga permintaan ketika wisatawan banyak masuk ke Kota Madiun dan menekan kebutuhan pangan SPPG. Kalau tidak diantisipasi sedemikian rupa, ada potensi inflasi akan jauh lebih tinggi dibanding inflasi Jawa Timur dan Nasional,". Selain mempertahankan upaya-upaya di tahun kemarin , juga perlu memikirkan program lanjutan agar lebih sustain dan tidak ketergantungan. Upaya yang dilakukan Pemkot sudah bagus dan perlu memaksimalkan early warning system melalui intens melakukan update harga setiap bahan pokok, Menggandeng Koresai Merah Putih dalam mengendalikan angka inflasi. "Panel Harga harus lebih intensif ,sehingga ketika ada gejolak sedikit segera bisa diantisipasi ,Warung Tekan Inflasi dipertahankan dan mulai melibatkan KKMP untuk menjaga inflasi. Baik harganya maupun daya beli masyarakat kata Kepala BPS.
Sumber Berita : harian Memorandum