Diposting pada : 15 October 2025
Kategori : Bencana
Meski tingkat risiko bencana alam di Kota Madiun tergolong rendah, antisipasi tetap dilakukan. Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, pentingnya apel siaga bencana hidrometeorologi untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan. ’’Apel ini mempertemukan semua lembaga agar tahu risiko bencana, daerah rawan, hingga langkah pemulihan pasca-bencana,’’. mitigasi bencana bersifat preventif. Apalagi secara geografis, Kota Madiun berada di cekungan dengan dataran lebih rendah dari Sungai Bengawan Madiun. Meski relatif aman, limpasan air dari wilayah atas seperti Kare, Kabupaten Madiun, tetap berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu, pemkot rutin menggelar kerja bakti dan normalisasi saluran air untuk menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah juga mengalokasikan Rp10 juta per RT guna menjaga kelancaran saluran. ’’Langkah ini sudah berjalan. Kami rutin kerja bakti dari tengah kota hingga ke tingkat RT,’’. Selain itu, pemkot menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang standby 24 jam.
Sumber Berita : https://radarmadiun.jawapos.com/madiun/806704666/madiun-siaga-banjir-wawali-pastikan-tim-trc-standby-24-jam#google_vignette